Blue Screen of Death (BSOD). Yup, itu adalah kalimat yang gabakal mau didenger sama pengguna komputer pastinya. Sebutan BlueScreen itu adalah istilah populer untuk layar yang ditampilkan dari Microsoft Windows. Saya sendiri pernah ngalamin yang namanya BlueScreen ini pada laptop kesayangan, biasanya itu sehabis terjadi suatu pesan BlueScreen pasti muncul juga pesan BlueScreen yang lain.
![]() |
| Gambar 1.1 versi yang sesungguhnya |
![]() |
| Gambar 1.2 versi otak mesum |
Disini saya mau ngasih penjelasan dari kode-kode dari BlueScreen tersebut. Sebelum mengetahuinya kalian bisa download software penyimpan data BlueScreen yang pernah terjadi di PC/Laptop yang sudah saya sediakan dimari: BlueScreenView .
Cara ngeliatnya, ekstrak file .zip nya terserah dimana, lalu buka file BlueScreenView.exe. Klik RUN. Pas aplikasi udah dibuka coba lihat tab ketiga "Bug Check String", bisa digeserkan tabnya supaya kelihatan semua tulisannya. Sehabis itu cari kode BlueScreen tersebut dibawah ini.
1. IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A)
Error ini yang paling sering muncul pada saat terjadi Blue
Screen. Pesan kesalahan ini biasanya disebabkan kerena ada ketidakcocokan
driver yang terinstall di komputer.
Penyebabnya:
- Driver yang bentrok atau tidak cocok.
- Permasalahan pada VideoCard, hal ini mencakup video card yang di overclock melebihi batas atau kalian baru berganti VideoCard dan kalian belum meng-uninstal driver Videocard lama dari chipset berbeda.
- Permasalahan pada Audio Card, meliputi kesalahan konfigurasi atau bug dalam driver soundcard.
2. NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM
(0X00000024) atau (0X00000023)
Pesan error ini setidaknya sudah sedikit memberikan gambaran
di mana kerusakan berada, yaitu ada di partisi atau filesystemnya tetapi bukan
di harddisknya. Kita bisa melakukan pengecekan dengan memeriksa kabel SATA atau
PATA atau bisa mengecek partisi dengan tool chkdsk.
3. UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F)
Bila kalian mendapatkan pesan error seperti ini, dapat
disebabkan karena:
- Overclock Hardware yang berlebihan.
- Komponen komputer yang terlalu panas.
- BIOS yang korup.
- Memory dan CPU yang cacat.
4. DATA_BUS_ERROR
Pesan error ini disebabkan karena adanya kemungkinan bahwa
memory atau slot memory di motherboard rusak.
5. PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA
Pesan error ini disebabkan karena adanya kerusakan hardware,
termasuk memory utama, memory video card, atau memory di processor (L2 Cache)
6. INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE
Pesan error ini disebabkan karena adanya kesalahan dalam
konfigurasi jumper harddisk yang salah, virus boot sector, driver IDE
controller yang salah, atau kesalahan driver chipset.
7. VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE
Pesan error ini disebabkan karena adanya Kesalahan terjadi
pada instalasi driver video card yang kurang sempurna, restart pada saat
instalasi atau juga dapat terjadi karena kesalahan dalam instalasi driver.
8. BAD_POOL_CALLER
Kesalahan ini dapat terjadi karena kesalahan atau driver
yang tidak kompatibel. Sering terjadi saat melakukan instalasi XP dari upgrade,
atau bukan dari instalasi baru.
9. PEN_LIST_CORRUPT
Pesan error ini disebabkan karena adanya kerusakan RAM.
10. MACHINE_CHECK_EXCEPTION
Pesan error ini disebabkan oleh cacatnya CPU, atau yang di
overclock secara agresif, serta power supply yang kekurangan daya atau rusak.
11. KMODE_EXCEPTION_NOT_HANDLED (0×0000001E)
Pesan Stop 0×0000001E mengindikasikan bahwa kernel Windows mendeteksi sebuah instruksi prosesor ilegal
atau yang tidak diketahui. Penyebab pesan Stop ini 0×0000001E mirip dengan
penyebab pesan Stop 0×0000000A, yaitu karena pelanggaran akses dan memori yang
tidak valid. Biasanya error-handler (pengendali error) default dari Windows
akan mengatasi masalah ini jika tidak terdapat error-handling routines didalam
kode instruksi yang dijalankan.
Bisa juga karena:
- Kesalahan pada kernel level aplikasi, tetapi Windows tidak menangkap kesalahan prosesor. Biasanya kesalahan kompatibilitas hardware.
- Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.
12. MISMATCHED_HAL (0×00000079)
Menunjukkan bahwa HAL (Hardware Abstraction Layer) dan tipe
kernel komputer tidak cocok. Error ini sering terjadi ketika setting firmware
ACPI dirubah. Contohnya, kalian mungkin meng-install Windows XP di komputer
X86-based dengan opsi enable pada ACPI firmware di-enable-kan dan kemudian kalian disable-kan. Error ini dapat juga terjadi ketika file konfigurasi yang tidak
cocok antara single dan multi-processor di-copy-kan ke sistem.
13. ATTEMPTED WRITE TO READONLY MEMORY (0x000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver
atau service. Tidak beda jauh dengan yang nomor 1 diatas.
14. DRIVER POWER STATE FAILURE (0X0000009F)
Tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management”
dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer
melakukan “hibernasi”.
15. DRIVER UNLOADED WITHOUT CANCELLING PENDING
OPERATIONS (0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah Attempted Write To
Readonly Memory, bisa lihat masalah tersebut diatas.
16. DRIVER USED EXCESSIVE PTES (0X000000D)
Lihat pada masalah No More System PTEs.
17. HARDWARE INTERRUPT STORM (0X000000F2)
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI
controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya
disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul
karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.
18. KERNEL DATA INPAGE ERROR (0X0000007A)
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows
tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara
lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.
19. KERNEL STACK INPAGE ERROR (0X00000077)
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di
atas.
20. NO MORE SYSTEM PTES (0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries
(PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini
dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul
ketika kalian menggunakan beberapa monitor sekaligus.
21. STATUS IMAGE CHECKSUM MISMATCH (0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap
file, atau driver yang corrupted.
22. STATUS SYSTEM PROCESS TERMINATED (0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client
Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan
level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem
Windows.
23. UNMOUNTABLE BOOT VOLUME (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume.
Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device”.
24. UNABLE TO LOCATE DLL (0 X00000135)
Disebabkan oleh sebuah file yang telah hilang atau rusak,
atau kesalahan registri.
25. THREAD STUCK IN DEVICE DRIVER (X000000EA)
Biasanya disebabkan oleh video card (VGA) atau disebabkan
oleh driver-nya.
26. ACPI BIOS Error (x000000A5)
BIOS motherboard tidak mendukung/tidak support spesifikasi
ACPI.
27. NMI Hardware Failure (x00000080)
Disebabkan oleh hardware (Sepertinya ada kesalahan lblue
screen dan hardware bond).
28. System Thread Exception Not Handled(x0000007E)
Kesalahan system process, tetapi Windows tidak dapat
menangkap kesalahan prosesor. Banyak penyebabnya, termasuk: kompatibilitas
hardware, ada masalah system driver atau system service, atau beberapa
software.
29. Registry Error (x00000051)
kesalahan system configuration manager atau kesalahan
manajer karena hard disk itu sendiri memiliki kerusakan fisik atau file system,
sehingga di dalam register file membaca input / output error.
30. FTDISK Internal Error (x00000058)
Kegagalan karena kesalahan driver utama.
31. Critical Service Failed (x0000005E)
Awal yang sangat penting untuk mengidentifikasi sistem yang
disebabkan.
32. Session3 Initialization Failed (x0000006F)
Error ini biasanya muncul pada Windows startup, biasanya
muncul pertanyaan driver atau kerusakan yang timbul dari sistem file.
33. Process Has Locked Pages(x00000076)
Dikarenakan driver pada penyelesaian input / output.
Solusinya :
- Langkah pertama: Klik Start -> Run: regedt32, cari [HKLM \ SYSTEM \ Currentcontrol Set \ control \ session manager \ memory management], double-byte value di sisi kanan “TrackLockedPages”, nilai.
- Langkah Kedua: Jika blue screen lagi, maka pesan kesalahan akan menjadi: STOP: 0x0000000CB (0xY, 0xY, 0xY, 0xY) DRIVER_LEFT_LOCKED_PAGES_IN_PROCESS salah satu dari keempat “0xY” akan muncul nama driver yang menjadi masalah, repair atau uninstall driver yang muncul.
- Langkah ketiga: Untuk masuk ke registri, hapus “TrackLockedPages” yang sudah ditambahkan tadi.
34. Multiple IRP Complete Request (stop code 0 x00000044)
Biasanya disebabkan oleh driver perangkat hardware. Uninstall driver yang baru diinstal.
Biasanya disebabkan oleh driver perangkat hardware. Uninstall driver yang baru diinstal.
35. RDR File System (x00000027)
Penyebab kesalahan ini sulit untuk dinilai, tetapi “out of
Windows memory management problem” kemungkinan akan menyebabkan munculnya stop
code ini.
Solusinya :
- Jika disebabkan karena memory management, meningkatkan/upgrade memori (RAM) akan memecahkan masalah.
Minggu, 02 Maret 2014
Sistem Operasi
Windows


0 Response to Macam-Macam Kode BlueScreen