Pengertian dan Sejarah Linux

Pengenalan
Linux Inside
Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

Nama Linux merupakan kombinasi unik antara nama penciptanya dan nama sistem operasi yang menjadi targetnya (UNIX). Semuanya berawal dari sebuah sistem operasi bernama Minix. Minix dibuat oleh Profesor Andrew Tanenbaum. Minix adalah sistem operasi mirip UNIX yang bekerja pada PC. Torvald adalah salah seorang mahasiswa di Universitas Helsinki yang menggunakan Minix. Walaupun cukup bagus, ia belum menganggap Minix memadai.

Saat Linux 1.0 diluncurkan pada 1994, sistem operasi ini telah cukup stabil dan memiliki banyak feature, seperti preemptive multitasking (kemampuan untuk membagi sumber daya CPU untuk banyak aplikasi) dan symmetric multiprocessing (kemampuan untuk membagi tugas di antara banyak CPU).

Linux bahkan memiliki maskotnya sendiri yang oleh torvalds dijelaskan sebagai “seekor penguin yang menggemaskan dan ramah, yang kekenyangan setelah makan banyak ikan hering”. Pada 1996, tim pengembangan Linux yang ada diseluruh dunia mulai memberikan hasilnya. Tahun itu mereka telah membuat versi Linux untuk sejumlah versi hardware, dari Atari ST sampai Macintosh.
 
Distro Linux
Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan distro, adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux.

Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).

Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, dan penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang bukan-GNU.

Distribusi Linux memiliki perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux. Beberapa contoh distribusi Linux adalah Android, Ubuntu, Kubuntu, BlankOn, RedHat, Debian, Slackware, SuSE, Ulteo, Vector dan lain sebagainya.

Macam-macam distro Linux
Kelebihan Linux
  • Linux Bersifat open source, terbuka dan bebas sehingga untuk mendapatkannya tidak memerlukan biaya (LISENSI FREE)  dan semuanya boleh di utak atik.
  • Lebih unggul dalam hal keamanan karena Linux merupakan sistem operasi yang multiuser sehingga jika virus menyerang user tertentu, maka akan sangat sulit untuk menyebar ke user lainnya.
  • Hampir semua aplikasi yang biasa dijalankan di windows, sudah ada aplikasi Linuxnya yang dikembangkan oleh komunitas Linux atau bisa juga menggunakan software emulator.
  • Linux memerlukan resource yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Windows sehingga cocok untuk PC yang mempunyai spesifikasi minimum.
  • Linux mempu berjalan di dua mode.
  • Linux lebih stabil sehingga jarang crash atau nge-hang yang mengharuskan kita untuk merestart komputer.
  • Ada bermacam-macam pilihan pada Linux seperti yang telah disebutkan.
  • Mempunyai komunitas di berbagai penjuru dunia.
Setiap kelebihan pastinya memiliki kekurangan, begitu halnya Sistem Operasi ini.
Kekurangan Linux
  • User banyak yang belum terbiasa menggunakan Linux karena mereka lebih terbiasa menggunaka windows.
  • Dukungan hardware dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux.
  • Program/ Aplikasi di Linux belum seampuh aplikasi windows.
  • Bagi administrator sistem perlu belajar dahulu karena belum terbiasa dengan Unix-like.
  • Struktur direktori serta hak akses yang membingungkan bagi user yang terbiasa menggunakan windows.

0 Response to Pengertian dan Sejarah Linux

Posting Komentar